Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sampurasun, kepada para pecinta kesenian wayang khususnya Wayang Golek Sunda , Saya hanya ingin berbagi kepada kawan-kawan tentang catatan pribadi saya yang membahas tentang seni mengukir dan mewarnai dalam proses pembuatan wayang golek sunda . Karena menurut saya wayang golek sunda tidak hanya menarik pada saat pementasan saja tetapi pada proses pembuatannya pun menarik karena disana ada keterlibatan seni ukir dan seni lukis .
Baiklah langsung kita mulai saja , sebelum menjadi wayang utuh pertama-tama yaitu pemilihan bahan untuk membuat wayang golek , biasanya bahan untuk membuat wayang golek adalah jenis kayu Albaziah atau biasa orang sunda menyebutnya dengan kayu jeungjing. Karena menurut para juru ukir golek sunda kayu ini lebih ringan dan mudah untuk di ukir atau di raut dan kayu ini cenderung tahan lama untuk golek . Berikut adalah contoh kayu Albaziah yang diambil dari daerah Tasikmalaya .
Setelah bakalan itu jadi kemudian proses selanjutnya juru golek mulai mengukir kepala golek tersebut , seperti contoh gambar berikut :
Terlihat seorang juru golek sedang mengukir kepala golek yang asal mula dari kayu bulat torak tersebut , alat yang digunakan biasanya terdiri dari satu buah golok dan beberapa ukuran pisau raut , biasanya juru golek sering memesan pisau raut sesuai keinginannya sendiri, karena ukuran pisau raut memiliki jenis fungsi yang berbeda-beda , ada yang khusus untuk mebuat muka , rambut , dan ukiran kecil untuk membuat hiasan pada mahkota .
Biasanya ada ukuran tertentu dalam satu bidang kepala golek tersebut contohnya membuat muka pada wayang golek , biasanya juru golek mengukur sisi wajah dari bagian telingan sepanjang tiga jari dengan arah vertical , bertujuan agar wajah dan mahkota tidak terlalu kebesaran atau kekecilan . dan ketika sudah dirasa pas . juru golek biasanya merapih - rapih golek tersebut dengan amplas tau pisau raut ukuran kecil . berikut adalah gambar golek yang sudah jadi :
tahap pertama adalah pengamplasan , dalam tahap ini biasanya pengamplasan pertama menggunakan amplas kain yang agak kasar dan selanjutnya menggunakan amplas yang paling halus , kemudian golek diber cat dasar atau dempul , yang bertujuan untuk menutup pori - pori kayu .
berkut adalah gambar pengecatan dasar :
kemudian setelah di warnai dengan cat dasar tahap berikutnya mendasari golek sebanyak dua kali dulu , dan setelah dua kali golek dihamplas dengam hamplas halus untuk membersihkan bulu - bulu serat kayu . kemudian pendasaran ini bisa dilakukan antara dua kali sampai empat kali , yang paling baik adalah sampai golek tertutup dengan sempurna pori- pori kayu tersebut .
Tahap berikutnya adalah pemberian warna dasar cat ducco dengan warna cat putih sebanyak tiga sampai empat kali , yang paling baik adalah ketika warna dasar ducco yang terahir dicampur dengan extra gloss atau cat ducco yang paling baik kualitasnya , hal ini bertujuan agar hasil yang diharapkan lebih rapih dan lebih bagus untuk dicat dan hasil akhirnya. kemudian tahap berikutnya adalah pemberian warna pada mahkota golek tersebut , biasanya sususnan warnanya sebanyak tiga sampai empat susunan warna dengan mewarnai pertama dengan warna yang paling muda terlebuh dahulu .
berikut contoh gambar golek yang sudah di beri warna pada mahkota :
Tahap berikutnya adalah memberikan ornamen - ornamen pada setiap cat yang ada pada mahkota dengan menggunakan koas yang diberi tinta hitam atau pulpen bermata kecil permanen yang sering disebut dengan Sekar ketik atau Nyetripan hingga tahap berikutnya adalah membuat warna untuk wajah dengan menggunakan tehnik gradasi warna biasanya tahap ini agak lumayan sulit karna untuk menyelaraskan warna biasanya mulai diambil dari dahi kemudian menuju hidung dan daerah pipi . untuk tahap terahir pewarnaan adalah Meleng atau Cawi , yaitu memberi mata , alis , sarotama . andihi , dan bulu - bulu dalam tahap melukis atau mebuat wajah ini perlu ketelitian yang sangat besar karena tahap inilah hasil dari sebuah golek yang bisa mewakili karakternya perlu di jiwai juga dan banyak diperhitungkan tentang jarak panjang dan lebarnya dari sisi ke sisi , untuk tahap ini biasanya memakai kuas dari bulu kucing agar lebih halus dan tipis dengan cat hitam yang agak encer .
berikut contoh gambar pelengan atau cawian pada golek :
Tahap terakhir adalah menambahkan aksesoris pada golek , seperti anting - anting , baju wayang , soder , dodot dan sinjang kemudian ditambah dengan sepasang tuding dan sampurit .
berikut adalah contoh gambar golek yang siap pakai :
Begitulah mungkin sedikit catatan dari buku catatan corat - coret saya , bahwasanya kenapa hal apapun tentang Seni perlu dihargai karena proses seni tidak ada yang instan , itulah yang mebuat saya jadi tertarik untuk corat - coret kutipan ini .
Sekali lagi saya ucapkan Terimakasih yang sebesar - besar nya mudah - mudahan catatan pribadi ini bisa bermanfaat bagi kita semua . Yang paling penting adalah kritik dan saran dari kawan - kawan . Mohon maaf atas kesalahan dan kekurangan nya .
Wasallamulaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sampurasun .









Tidak ada komentar:
Posting Komentar